Kampar
Beranda / Daerah / Kampar / Misteri Jejak Harimau di Bangkinang Terjawab, BBKSDA Siapkan Pemantauan Intensif

Misteri Jejak Harimau di Bangkinang Terjawab, BBKSDA Siapkan Pemantauan Intensif

KAMPAR – Keberadaan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) di kawasan Hutan Raya Universitas Pahlawan Bangkinang, Kabupaten Kampar, mulai mendapat perhatian serius.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau memastikan jejak yang ditemukan di sekitar Jalan Lingkar Bangkinang merupakan jejak satwa dilindungi tersebut.

Kepastian itu diperoleh setelah tim identifikasi BBKSDA Riau melalui Resor Kampar melakukan pemeriksaan langsung di lokasi, Selasa (3/11/2026).

Warga Desa Salo Sampaikan Keluhan Kamtibmas, Kapolres Kampar Siapkan Tindak Lanjut

Kepala Resor Kampar BBKSDA Riau, Muhammad Hendri, membenarkan hasil identifikasi tersebut. Ia mengatakan, petugas telah melakukan pengecekan lapangan untuk memastikan jenis jejak yang ditemukan di kawasan tersebut.

“Jejak tersebut benar merupakan jejak Harimau Sumatera,” kata Hendri saat dikonfirmasi, Rabu (4/11/2026).

Menindaklanjuti temuan tersebut, BBKSDA Riau langsung mengambil sejumlah langkah antisipasi guna mencegah potensi konflik antara manusia dan satwa liar.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni memasang spanduk imbauan di sejumlah titik agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika melintasi jalur yang diduga menjadi wilayah pergerakan harimau.

Tidak hanya itu, petugas juga memasang kamera jebak atau camera trap untuk memantau aktivitas satwa di kawasan tersebut. Perangkat ini diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai keberadaan, pergerakan, hingga aktivitas Harimau Sumatera di sekitar Hutan Raya Universitas Pahlawan.

“Petugas juga memasang kamera jebak atau camera trap. Perangkat tersebut digunakan untuk memantau pergerakan satwa sekaligus memastikan keberadaannya di kawasan Hutan Raya Universitas Pahlawan,” jelas Hendri.

Dalam pemeriksaan lapangan tersebut, BBKSDA Riau turut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Universitas Pahlawan Bangkinang, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar, pemerintah kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Kampar.

Hendri menjelaskan, kawasan Jalan Lingkar Bangkinang menjadi perhatian karena lokasinya berdekatan dengan lingkungan kampus dan jalur yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari.

Oleh karena itu, kewaspadaan masyarakat sangat diperlukan sembari menunggu hasil pemantauan lebih lanjut melalui kamera jebak yang telah dipasang.

“Kawasan Jalan Lingkar Bangkinang menjadi perhatian karena berada di sekitar lingkungan kampus dan jalur aktivitas masyarakat. Karena itu, kewaspadaan warga diperlukan sembari menunggu hasil pemantauan kamera jebak,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemasangan kamera jebak merupakan bagian dari upaya BBKSDA Riau untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai keberadaan dan aktivitas satwa dilindungi tersebut.

BBKSDA Riau juga mengharapkan dukungan masyarakat dengan tidak melakukan tindakan yang dapat membahayakan harimau, seperti mengejar, memburu, atau memasang jerat. Warga yang menemukan jejak maupun melihat langsung keberadaan satwa tersebut diimbau segera melaporkannya kepada petugas berwenang.

Temuan ini menjadi perhatian bersama agar keselamatan masyarakat tetap terjaga, sekaligus memastikan keberadaan Harimau Sumatera sebagai satwa dilindungi tetap terlindungi di habitatnya.

***

Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.


Berita Terbaru

Berita Populer

7 Cara Menggiring Opini Tanpa Disadari