BANGKINANG KOTA – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kampar menegaskan bahwa flyer yang beredar terkait rencana aksi demonstrasi oleh 12 organisasi wartawan di Kantor Bupati Kampar tidak benar atau hoaks.
PWI Kampar menyatakan tidak pernah merencanakan maupun menyatakan akan terlibat dalam aksi demonstrasi sebagaimana disebutkan dalam flyer tersebut.
Ketua PWI Kabupaten Kampar, Syawal didampingi Dewan penasehat Marhaliman dan Aprizal menegaskan bahwa pencantuman nama organisasi yang dipimpinnya dalam flyer tersebut tidak mewakili sikap maupun keputusan resmi PWI Kampar.
“Kami tidak pernah merencanakan aksi demonstrasi seperti yang disebutkan dalam flyer tersebut. Pencatutan nama PWI Kampar itu bukan merupakan pernyataan resmi organisasi kami,” tegas Syawal, sabtu (24/10/2026).
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Katanya, informasi yang tidak terverifikasi berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan mengganggu kondusifitas negeri.
Syawal juga menegaskan bahwa PWI Kabupaten Kampar berkomitmen menjaga suasana yang aman dan kondusif di tengah masyarakat.
Ia meminta seluruh anggota PWI Kampar untuk tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik serta mengedepankan profesionalisme dalam menjalankan tugas.
“Kepada seluruh rekan-rekan PWI Kampar, kami terus mengingatkan agar tidak ikut menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Mari bersama-sama menolak hoaks dan tetap menjalankan tugas jurnalistik sesuai Kode Etik Jurnalistik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Diskominfosan) Kabupaten Kampar, Lukmansyah Badoe, juga menyatakan bahwa informasi yang beredar melalui sejumlah media terkait rencana aksi demonstrasi yang mencatut 12 organisasi tersebut tidak benar.
“Masyarakat dan insan pers agar lebih cermat dalam menerima serta menyampaikan informasi, terutama yang berkaitan dengan situasi dan kondisi daerah,” ungkapnya.
“Informasi yang tidak berdasar tersebut tidak benar. Sesuai pesan Bupati Kampar, kita bersama-sama harus menjaga kondusifitas daerah agar Kabupaten Kampar tetap aman dan nyaman. Mari kita selesaikan berbagai persoalan dengan hati, sejalan dengan slogan Kampar Dihati,” ungkap Lukmansyah.
Ia juga mengajak seluruh insan pers untuk senantiasa mengedepankan prinsip jurnalistik, melakukan verifikasi terhadap setiap informasi sebelum dipublikasikan, serta menghindari penyebaran kabar yang belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Dengan ini kami dapat meluruskan informasi yang beredar sekaligus mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi berbagai informasi di ruang publik,” pungkasnya.
Keduanya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga komunikasi yang baik, mengedepankan klarifikasi, dan bersama-sama memelihara situasi Kabupaten Kampar agar tetap aman, damai, dan kondusif.
Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.
