Pendidikan
Beranda / Pendidikan / Mengenal Kurikulum DIA, Sistem Pendidikan Jerman yang Mulai Dilirik Orang Tua Indonesia

Mengenal Kurikulum DIA, Sistem Pendidikan Jerman yang Mulai Dilirik Orang Tua Indonesia

JAKARTA – Minat masyarakat Indonesia terhadap sekolah internasional terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Selama ini, pilihan kurikulum yang paling banyak dikenal adalah Cambridge dan International Baccalaureate (IB). Padahal, terdapat kurikulum internasional lain yang telah lama diterapkan di berbagai negara dan memiliki pengakuan global, yaitu Deutsches Internationales Abitur (DIA)atau Abitur Internasional Jerman.

Meski belum sepopuler Cambridge maupun IB, DIA menjadi salah satu alternatif bagi keluarga yang menginginkan sistem pendidikan dengan pendekatan akademik yang kuat sekaligus mendorong pengembangan karakter dan kemampuan berpikir kritis.

Kurikulum resmi dari sistem pendidikan Jerman

Deutsches Internationales Abitur (DIA) merupakan kurikulum yang berasal dari sistem pendidikan nasional Jerman. Kurikulum ini diterapkan di jaringan German Schools Abroad yang tersebar di berbagai negara dan mengikuti standar mutu pendidikan yang ditetapkan Pemerintah Jerman.

Membanggakan, Siswi SMAN 2 Bangkinang Kota Wakili Riau di Ajang O2SN Cabang Panjat Tebing

Melalui sistem ini, siswa tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi ujian akhir, tetapi juga dibimbing untuk memahami konsep secara mendalam, mengembangkan kemampuan analisis, serta mampu menghubungkan berbagai bidang ilmu dalam proses pembelajaran.

Pendekatan tersebut sejalan dengan filosofi pendidikan Jerman yang dikenal dengan konsep Bildung, yaitu pendidikan yang bertujuan membentuk individu secara utuh, baik dari sisi akademik maupun karakter.

Membuka akses ke universitas di berbagai negara

DIA juga memiliki pengakuan internasional yang luas. Lulusan program ini dapat melanjutkan studi ke berbagai perguruan tinggi di Jerman, negara-negara Eropa, Inggris, Amerika Serikat, Kanada, Australia, hingga berbagai negara lainnya.

Khusus bagi universitas di Jerman, lulusan DIA dapat mendaftar secara langsung tanpa harus mengikuti program persiapan (Studienkolleg) yang umumnya diwajibkan bagi sebagian calon mahasiswa internasional.

Hal tersebut menjadikan DIA sebagai salah satu jalur pendidikan yang memberikan fleksibilitas bagi siswa yang memiliki rencana melanjutkan studi ke luar negeri.

Masih terbatas di Indonesia

Walaupun telah digunakan secara internasional selama bertahun-tahun, DIA masih belum banyak dikenal di Indonesia. Salah satu alasannya adalah jumlah sekolah yang menyelenggarakan kurikulum ini relatif sedikit.

Berbeda dengan Cambridge atau IB yang diadopsi oleh banyak sekolah internasional, DIA hanya tersedia di sekolah-sekolah Jerman di luar negeri. Di Indonesia, kurikulum ini saat ini diselenggarakan oleh German School Jakarta (Deutsche Schule Jakarta).

Karena tidak dikembangkan sebagai kurikulum komersial, penyebaran informasi mengenai DIA juga tidak sebesar kurikulum internasional lainnya.

Menjadi alternatif bagi orang tua

Setiap kurikulum memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing. Oleh karena itu, pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, minat, serta gaya belajar anak.

Bagi orang tua yang mencari pendidikan internasional dengan fondasi akademik yang kuat, pembelajaran berbasis pemahaman, serta peluang melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas dunia, Deutsches Internationales Abitur dapat menjadi salah satu pilihan yang layak dipertimbangkan.

Semakin banyak masyarakat mengenal berbagai pilihan kurikulum internasional, semakin besar pula kesempatan bagi orang tua untuk menentukan jalur pendidikan yang paling sesuai dengan potensi dan masa depan anak.

***

Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.

Berita Terbaru

Berita Populer

7 Cara Menggiring Opini Tanpa Disadari