Kampar Kesehatan Pemerintah Riau
Beranda / Nasional / Riau / Hadiri Pertemuan Rembuk Stunting, Riadel Fithri Himbau Masyarakat Agar Terus Terapkan Pola Hidup Sehat

Hadiri Pertemuan Rembuk Stunting, Riadel Fithri Himbau Masyarakat Agar Terus Terapkan Pola Hidup Sehat

BANGKINANGKOTA(RakyatTimes.id) – Pertemuan koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) dalam rangka Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Kampar tahun 2023 di Aula Kantor Bupati Kampar, Bangkinang Kota, selasa (8/8/2023).

Dalam kegiatan tersebut, Prevalensi Stunting di Kabupaten Kampar saat ini telah mencapai besaran 14,5%, angka ini didapat setelah berhasil ditekan turun sebanyak 11,2% dari sebelumnya bercokol diangka 25,7%. Pencapaian ini jika disesuaikan dengan target Pemerintah, Indonesia di Tahun 2024 harus mencapai 14%.

Kabupaten Kampar dapat dikategorikan berhasil dalam menekan angka Stunting, dan hal ini juga harus dibarengi terus dengan tetapnya dilaksanakan upaya penguatan dengan membentuk Komitmen dari semua unsur Pemerintah, Lembaga, Media, Akademisi, Mitra terkait lainnya serta seluruh elemen masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melaksanakan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Kampar Tahun 2023.

Pemkab Kampar Komitmen Dukung Pelestarian Lingkungan, Plt Sekda Dukung Penuh Program Penghijauan Ekoteologi

Dalam Expose Rembuk Stunting yang dipaparkan oleh Yusi selaku Wakil Ketua TPPS Kabupaten Kampar, dapat ditarik data bahwa TPPS Kecamatan berjumlah 21 TPPD, dan TPPS Desa/Kelurahan sebanyak 250 Desa. Dan selain itu Tim Pendampung Keluarga berjumlah 493 Tim dengan 1479 orang.

“Untuk tahun 2023 Kabupaten Kampar memiliki 21 Desa Lokus Stunting dengan target 2024 menjadi 10 Desa. Dan juga terdapat 662 orang anak balita Stunting. Adanya komitmen bersama dan melaksanakan aksi konvergensi pencegahan dan penanggulangan Stunting dalam perencanaan dan penganggaran setiap tahunnya, merupakan salah satu tujuan dari Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Kampar,” papar Yusi.

Yusi juga mengatakan, ada beberapa point yang perlu diperhatikan, Pertama, kita perlu mengintensifkan pendidikan dan kesadaran mengenai pentingnya gizi seimbang dan pola makan yang baik. Sosialisasi kepada ibu-ibu hamil dan calon ibu mengenai nilai gizi yang diperlukan oleh bayi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun adalah langkah penting yang harus ditempuh.

Kedua, akses terhadap layanan kesehatan berkualitas harus menjadi prioritas. Pemeriksaan rutin ibu hamil, pemberian suplemen gizi, serta pengawasan tumbuh kembang anak harus tersedia dan mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat Kabupaten Kampar.

Ketiga, kita perlu memberikan dukungan maksimal kepada para ibu dalam praktik pemberian ASI eksklusif. ASI memiliki kandungan gizi yang tidak ternilai dan memberikan perlindungan terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan optimal bayi.

Point kesepakatan rembuk stunting Kabupaten Kampar mendorong kerjasama semua unsur Pemerintah dan Non Pemerintah untuk mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Riau, Kabupaten/ Kota melalui kerjasama Pentahelix. Mendorong intervensi tindak lanjut hasil audit kasus stunting berdasarkan rekomendasi dari Tim Pakar dan memastikan Program Bapak Dan Bunda Asuh (BAAS) didukung oleh semua pihak baik Pemerintah (Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Desa) maupun Non Pemerintah .

Mendorong TPPS di semua tingkatan melaksanakan kampanye publik perubahan perilaku secara masif, memastikan tersusunnya dokumen strategi komunikasi perubahan perilaku di semua Kabupaten/Kota serta disyahkan dokumen strategi komunikasi perubahan perilaku melalui peraturan Bupati/Walikota.

Dalam upaya kita mencapai target penurunan stunting di Kabupaten Kampar, kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, sektor swasta, dan seluruh lapisan masyarakat sangatlah penting. Setiap langkah kecil yang kita ambil, setiap tindakan nyata yang kita lakukan, akan berkontribusi pada perubahan besar bagi generasi mendatang.

“Marilah kita bersama-sama menjadi agen perubahan. Marilah kita berkomitmen untuk menciptakan Kabupaten Kampar yang bebas dari stunting, tempat dimana setiap anak tumbuh dan berkembang dengan penuh potensi. Mari kita bergerak maju bersama untuk masa depan yang lebih cerah bagi Kabupaten Kampar,” terangnya seraya mengajak.

Sementara itu, Asisten I Bidang Pemerintahan & Kesra H.Ahmad Yuzar.S. Sos.MT dalam sambutannya mengampaikan bahwa percepatan penurunan stunting di Kabupaten Kampar, diperlukan kerjasama lintas sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan pangan.

“Program-program seperti pemberian gizi kepada ibu hamil, peningkatan akses layanan kesehatan, serta edukasi gizi kepada masyarakat sangat penting untuk mencapai tujuan tersebut. Mari bersama-sama berupaya mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas di Kabupaten Kampar, pungkas Ahmad Yuzar.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Riadel Fithri, Sp.M.Si seusai kegiatan tersebut kepada media menyampaikan bahwa Dinkes Kampat tetap menjalankan program yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar dengan tetap menggalakkan posyandu-posyandu atau puskesmas yang ada.

“Tentunya kami selalu memberikan informasi tentang pemahaman terhadap ibu-ibu yang berpotensi mengalami anak stunting, disamping itu juga dilakukan edukasi dan pemberian PMT (Program makanan tambahan) melalui puskesmas-puskesmas secara bertahap, tentunya kami dari Dinnkes selalu berupaya menurunkan angka Stunting di Kabupaten Kampar,” terangnya.

Kemudian, Riadel juga menyebut bahwa ini harus dilakukan bersama sama dengan stake holder yang ada di Kabupaten Kampar.

“Ini jika tidak dilakukan bersama-sama, baik dari pemda, stake holder terkait, perusahaan juga, tentunya angka stunting ini tidak akan menurun. Tetapi dengan berkoordinasi seluruh stake holder, kita berharap angka stunting ini di Kabupaten Kampar semakin menurun,” ujarnya.

“Dengan TPPS di Kabupaten Kampar, kita juga berkolaborasi dalam penurunan angka stunting,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Riadel menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Kampar agar terus membiasakan hidup sehat dengan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).

Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat, baik di desa lokus maupun tidak di desa lokus, untuk terus meningkatkan kepedulian nya terhadap kebutuhan gizi balita nya dan juga tetap melakukan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Konsumsilah makanan-makanan lokal yang ada di sekitar kita, karrna kita tidak semuanya mampu membeli makanan siap saji, karena itu juga tidak bagus untuk kesehatan,” tutup Riadel Fitri.(MRA)

***

Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.










Berita Terbaru

Berita Populer

Pria Renta di Kampar Cabuli Dua Orang Cucu Tirinya

7 Cara Menggiring Opini Tanpa Disadari