Kampar
Beranda / Daerah / Kampar / PD Muhammadiyah Kampar Adakan Silahturahmi dan Konsolidasi 

PD Muhammadiyah Kampar Adakan Silahturahmi dan Konsolidasi 

BANGKINANGKOTA(RakyatTimes.id) – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Kampar mengadakan silaturrahim dan konsolidasi bersama Majelis dan Lembaga PDM Kampar, Ortom tingkat Daerah, seluruh PCM serta Amal Usaha Muhammadiyah di Masjid Raya Muhammadiyah Bangkinang Kota, Kampar, Riau, Senin (04/12/2023).

Kegiatan ini mengangkat pembahasan mengenai Koreksi Awal Waktu Subuh sesuai Keputusan PP Muhammadiyah. Kegiatan ini menghadirkan pemateri-pemateri seperti Dr. Adynata, M.Ag (Ketua PDM Kampar) yang membahas mengenai “Dilalah Wahyu dan Realita Awal Waktu Subuh” dan Dr. Hendri Sayuti, M.Ag (Ketua PWM Riau) yang membahas mengenai “Urgensi Koreksi Awal Waktu Subuh sebagai Tuntunan Kesatupaduan Ilmu dan Amal”.

Deni Aslem, M.Ei selaku Ketua Panitia mengatakan, “Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kampar periode 2022-2027, dipimpin oleh para Ustadz dan Ayahanda senior seperti Adynata, H Mardailis Dahlan, Azwar, Makmur, Yunus Amron, Hendra, Bustanul Arifin, Mendra Siswanto, Armaini Arkas, Zukirman dan Edwar.

Prodi D3 Teknik Pengolahan Sawit Polkam Laksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pekanbaru

Menginginkan silaturrahim ini berfungsi banyak untuk menyatupadukan kekuatan Muhammadiyah Kampar dalam membangun peradaban berkemajuan bagi Masyarakat. Tema shilaturrahim yang menuntut pengunduran waktu awal shubuh 8 menit dari yang biasa, walau dirasa berat, diharapkan menjadi ringan setelah mengikuti acara ini.”

Sebelumnya, Muhammadiyah melalui Munas Tarjih melakukan koreksi terhadap waktu subuh di Indonesia. Selama ini waktu subuh yang ditetapkan yaitu ketinggian matahari berada pada -20 derajat. Menurut Muhammadiyah, keginggian matahari lebih tepatnya berada pada posisi -18 derajat alias mundur sekitar 8 menit dari waktu yang sekarang.

Dr. Adynata, M.Ag menitikberatkan bahasan bahwa semangat tajdid dan usaha tarjih Muhammadiyah memiliki dasar yang kokoh. “Ada kajian yang komprehensif dan hirarkis dalam dunia Ijtihad Kolektif untuk menemukan hasil yangg menenangkan rasional dan menguatkan keyakinan. Apalagi amal sholeh tidak akan pernah terpisah dengan dunia.

Ada penyatupaduan yang fitrah antara agama dan ilmu pengetahuan. Wahyu sebagai sumber utama, menuntut kita untuk memeras semua akal yang diberi Allah dalam memahami dan meyakini tanpa terselip keraguan”. Ungkapnya

Sementara itu, Dr. Hendri Sayuti, M.Ag menjelaskan, “perubahan atau perbedaan yang ditampilkan Muhammadiyah bukan sebagai sikap gagah-gagahan. Tetapi telah melalui kajian yang dalam dan panjang. Butuh belasan tahun untuk menuntaskan penelitian secara Bayani (Kajian Nash), Burhani (Kajian Ilmu Pengetahuan) dan Irfani (Kajian Adab) mengenai tema kriteria awal waktu shubuh.

Ibadah Sholat fardhu tiada bisa dipisah dengan dunia nyata; empiris. Kajian terus menerus dan berkelanjutan mengenai dunia terutama alam angkasa, akan memudahkan untuk penyempurnaan pelaksanaannya. ilmu astronomi yang mengkaji fenomena alam luar angkasa sangat erat dalam memahami nash-nash wahyu yang menjelaskan waktu sholat, terutama sholat shubuh.

Karena fajar shodiq terjadi sebelum terbit matahari pada posisi minus derajat. Yang dulu diketahui waktu shubuh terjadi Ketika matahari -20 derajat dibawah ufuk. Dengan usaha tarjih ini, dipahamilah bahwa fajar shodiq terjadi di -18 derajat di bawah ufuq. Setiap selisih 1 derajat sama dengan 4 menit. Maka koreksi awal waktu shubuh menjadi 8 menit diundur dari biasanya” ungkapnya.

Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan Diskusi dan Konsolidasi Silahturrahim PDM, PCM, Ortom, serta AUM se-Kabupaten Kampar yang dibawakan oleh Sekretaris PDM Kampar yaitu H. Mardailis Dahlan, S.T, M.M. “Ada usaha konsolidasi persyerikatan yang massif untuk menghadirkan Masyarakat Kampar yang berkemajuan. Dibutuhkan kader Muhammadiyah yang ahli dalam menjalankan organisasi, Kader keummatan yang siap menuntun Masyarakat dan kader kebangsaan yang akan menjadi pelayan sejati masyarakat Kampar.

Silaturrahim yang diadakan pada hari ini diharapkan mampu menjadi nilai yang sangat berarti. Bahwa warga Muhammadiyah Bersama Masyarakat Kampar bersatupadu dan bekerjasama dalam menampilkan peradaban manusia yang penuh dengan keilmuan.

Kita juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang sudah terlibat pada kegiatan ini, terutama kepada seluruh Panitia Pelaksana seperti Ustadz Deni Aslem, Ainol Fajri, Azwar, Al Rofiqi, Ziyan, Irfan Ali, Dzil Khoir, Ardi Agus dan yang lainnya. Semoga seluruh pengorbanan kita, menjadi amal ibadah dan diterima oleh Allah Swt, Aamiin” pungkasnya.**

***

Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.


Berita Terbaru

Berita Populer

7 Cara Menggiring Opini Tanpa Disadari