RIAU(RakyatTimes.id) – Perusahaan Umum Milik Daerah (BUMD) PT. Bumi Siak Pusako yang mengelola industri hulu dan hilir migas Blok CPP (Coastal Plain Pekanbaru).
Kewenangan pengelolaan Blok CPP ini diserahkan kepada PT. Bumi Siak Pusako oleh pemerintah Republik Indonesia melalui BPMIGAS, selaku badan resmi Pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan hulu MIGAS yang berada di Indonesia.
Bumi Siak Pusako saat ini telah menunjukan aktivitas, kolaborasi, sinergitas yang konkret dengan pemerintah daerah sehingga mendorong pembangunan bagi kesejahteraan masyarakat.
Dampak sosial yang diberikan oleh Bumi Siak Pusako tampak signifikan, dengan komitmen pada upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat serta memberikan energi positif terhadap masyarakat sekitar melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
Dengan berbagai programnya telah membantu menciptakan masyarakat yang lebih terampil dan mandiri secara ekonomi. Selain itu, BSP juga memberikan kontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dalam peningkatan perekonomian masyarakat.
Kemudian, dengan keberadaan industri hulu migas Bumi Siak Pusako telah membuka akses perekonomian masyarakat di daerah. Dari Capital Expenditure (Capex) perusahaan, banyak pembangunan jalan yang telah dibangun oleh Bumi Siak Pusako untuk keperluan kelancaran bisnis perusahaan sekaligus juga kelancaran aktivitas perekonomian masyarakat.
PT Bumi Siak Pusako juga telah memberikan sumbangsih ke daerah berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui skema Dana Bagi Hasil (DBH) Migas.
Usai menjalankan berbagai program, Bumi Siak Pusako kedepannya berharap ada program dari pemerintah yang bisa membantu BUMD untuk mendapatkan bagian untuk transisi energi, seperti adanya fasilitas fasilitas yang diberikan kepada BUMD agar bisa ikut dalam transisi energi.
Dengan hal tersebut, beberapa waktu lalu PT Bumi Siak Pusako mendapatkan prestasi yang gemilang sebagai salah satu Mitra Daerah Berkinerja Unggul dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Indonesia (APDI) 2023.
Lebih lanjut, Bumi Siak Pusako dengan komitmen membangun infrastruktur, mengelola sumber daya alam serta membangun industri yang baik sehingga dapat terus dirasakan oleh masyarakat sekitar serta untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dengan berbagai program CSR nya, Bumi Siak Pusako telah membuktikan peningkatkan perekonomian daerah di Provinsi Riau.
Dalam rangka mengoptimalkan kinerja, Bumi Siak Pusako sejauh ini telah melakukan berbagai penandatanganan nota kesepahaman dengan instansi pemerintah daerah di Provinsi Riau.
Bumi Siak Pusako Andalan Energi Dimasa Depan
Energi memegang peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dan seluruh sektor kehidupan lainnya. Tren konsumsi energi di masa depan akan semakin meningkat dan ini akan dialami oleh negara-negara berkembang seperti Indonesia.
Merujuk pada data RUEN konsumsi minyak bumi Indonesia, diproyeksikan akan naik sangat drastis, di tahun 2050 hampir mencapai 139% dari konsumsi rata-rata 1,6 juta barel per hari menjadi 3,6 juta barel per hari. Demikian pula dikonsumsi gas justru akan meningkat lebih tinggi dari pada minyak. Di tahun 2050 diprediksikan akan mencapai 239% kenaikannya.
Kebutuhan energi saat ini maupun sekian tahun kedepan masih akan banyak ditopang dan disokong oleh non renewable energy resources seperti minyak bumi, karena itu keberadaan industri hulu migas menjadi sangat strategis untuk memenuhi kebutuhan energi maupun untuk menjaga ketahanan energi nasional.
Tentunya peran penting sektor hulu migas bagi pembangunan dan perekonomian di Provinsi Riau, khususnya BUMD PT. Bumi Siak Pusako. Selain itu, Bumi Siak Pusako juga mengharapkan saran dan masukan dari pemerintah daerah terkait upaya-upaya yang perlu dilakukan dalam meningkatkan produksi migas dan pengelolaan industri hulu migas di masa depan.
Tantangan kedepan cukup besar terutama untuk kegiatan eksplorasi untuk melakukan kegiatan serta pemanfaatan dari teknologi tinggi yang sudah berkembang sampai saat ini.
Energi yang tadinya menjadi sumber pendapatan negara maupun daerah, sekarang untuk pertumbuhan ekonomi, menjadi pencipta lapangan pekerjaan dan juga untuk kesinambungan pertumbuhan ekonomi baik di daerah maupun di pemerintah pusat dan tidak lagi menjadi andalan penerimaan negara karena kontribusinya di APBN.
Dalam hal ini, Kebijakan Energi Nasional (KEN) agar sejalan dengan komitmen global dalam mencapai target NZE di tahun 2060, Transisi Energi dan Tantangan Pengembangan Energi Baru dan Terbarukan di Indonesia sangat dibutuhkan.
Kondisi industri migas saat ini seperti buah simalakama. Jika tidak melakukan pengembangan atau eksplorasi lapangan migas baru, kebutuhan energi domestik akan dipenuhi dari ekspor. Namun jika agresif melakukan pengembangan, tak akan mencapai skala keekonomian mengingat diperlukan waktu hingga 10 tahun untuk melakukan pengembangan lapangan migas hingga fase produksi.
Sejatinya, dalam dua dekade mendatang masih ada peluang bagi industri migas untuk bertumbuh. Hal itu lantaran permintaan migas tetap tumbuh terutama di wilayah berkembang di mana pertumbuhan ekonomi, industrialisasi, dan kendaraan akan melonjak secara signifikan.
Tantangan Industri Migas
Arah teknologi minyak dan gas perlu dirumuskan untuk meningkatkan prospek, cadangan baru. Misalnya melakukan eksplorasi dan produksi migas, eksplorasi laut dalam, dan pencarian gas terpencil. Sehingga BSP harus diprioritaskan eksplorasi dan produksi untuk menciptakan kemandirian bidang migas.
Sektor hulu minyak dan gas bumi Bumi Siak Pusako sangat dibutuhkan memainkan peran strategis bagi pertumbuhan ekonomi di masyarakat Provinsi Riau untuk masa depan.
Karenanya, perlu langkah strategis pemerintah guna meningkatkan migas Bumi Siak Pusako dan perlu ada peranan industri hulu migas yang rendah karbon yang diharapakan bisa menjadi energi pada masa transisi.
Penulis: M. Rio Aldo (PWI Kampar)
Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.










