Kampar
Beranda / Daerah / Kampar / Jalin Kerjasama dengan Pesantren Terkemuka, Lapas Bangkinang Tekad Bentuk Wargabinaan Agamis

Jalin Kerjasama dengan Pesantren Terkemuka, Lapas Bangkinang Tekad Bentuk Wargabinaan Agamis

BANGKINANGKOTA(RakyatTimes.id) – Lapas Kelas IIA Bangkinang telah menjalin kerjasama yang erat dengan beberapa pesantren terkemuka di wilayah Kabupaten Kampar dalam upaya membentuk wargabinaan yang lebih agamis dan taat. Kerjasama ini menggarisbawahi komitmen Lapas Bangkinang untuk mempromosikan nilai-nilai keagamaan dan moral di antara para narapidana yang berada di bawah pembinaannya, Jum’at (27/10).

Wargabinaan di Lapas Bangkinang menunjukkan antusiasme luar biasa dalam mengikuti program pengajian rutin yang dirancang khusus untuk memperdalam pemahaman mereka tentang agama Islam. Program ini mencakup berbagai aspek pembelajaran, termasuk Tahsin dan Tahfidz Al-Qur’an, taklim ilmu aqidah dan fiqh, serta bidang-bidang lain yang terkait dengan ilmu agama Islam.

Program pengajian yang dilaksanakan selama 4 kali dalam seminggu ini dibawakan oleh ustadz-ustadz yang ahli di bidangnya, yang terdiri dari Ust. Faisal Mahdy, Ust. Alfian Arman, Ust. Hendra Gunawan, dan Ust. Amrijas merupakan wujud kerjasama Lapas Bangkinang dengan Pesanten Al Madinah Kampar. Hal ini bertujuan untuk memberikan pendidikan keagamaan yang berkualitas dan mendalam kepada para wargabinaan.

Prodi D3 Teknik Pengolahan Sawit Polkam Laksanakan Kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pekanbaru

Kepala Lapas Bangkinang, Mishbahuddin, menekankan pentingnya program pengajian ini dalam membentuk kepribadian yang taat dan religius di antara wargabinaan. “Tujuan utama dari program pengajian ini adalah untuk menciptakan dan membiasakan para wargabinaan menjadi individu yang lebih taat dan religius dalam menjalankan perintah agama,” ujar Mishbahuddin.

Melalui kerjasama yang erat dengan pesantren terkemuka, Lapas Bangkinang berupaya mengoptimalkan program-program keagamaan yang ditujukan bagi para wargabinaan. “Tujuan akhirnya adalah agar wargabinaan dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai ajaran agama Islam dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik selama masa tahanan maupun setelahnya,” tambah Kepala Lapas.

“Pembentukan karakter yang kuat dan berlandaskan agama adalah kunci bagi pemulihan dan rehabilitasi yang berhasil. Dengan kerjasama erat bersama pihak terkait, kami berusaha memberikan pendidikan yang komprehensif kepada para narapidana, membantu mereka memahami dan menerapkan nilai-nilai agama dalam setiap aspek kehidupan mereka,” pungkasnya.***

***

Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.


Berita Terbaru

Berita Populer

7 Cara Menggiring Opini Tanpa Disadari