BANGKINANG – Dalam rangka memperkuat keamanan dan ketertiban serta mewujudkan transparansi dalam pelaksanaan pengawasan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bangkinang menggelar razia gabungan dan tes urine dengan melibatkan Aparat Penegak Hukum (APH), yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Kampar.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah preventif Lapas Kelas IIA Bangkinang untuk memastikan kondisi lingkungan pemasyarakatan tetap aman, tertib, dan kondusif. Pelibatan unsur eksternal juga menjadi bentuk keterbukaan dalam pelaksanaan pengawasan, sehingga proses pemeriksaan dapat dilakukan secara bersama-sama, objektif, profesional, dan akuntabel.
Razia menyasar sejumlah barang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban, khususnya yang berkaitan dengan HALINAR (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba). Pemeriksaan meliputi telepon seluler ilegal, narkotika, senjata tajam, serta berbagai barang terlarang lainnya.
Selain razia, petugas juga melaksanakan tes urine sebagai langkah deteksi dini sekaligus upaya pencegahan terhadap penyalahgunaan narkotika di lingkungan Lapas.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIA Bangkinang, Alexander Lisman Putra, menegaskan bahwa keterbukaan dalam pengawasan menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan publik sekaligus memastikan seluruh langkah pengamanan dilaksanakan secara profesional.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap langkah pengawasan di Lapas Bangkinang dilakukan secara terbuka, profesional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, kami melibatkan TNI, Polri, dan BNK Kabupaten Kampar sebagai bentuk transparansi sekaligus memperkuat pengawasan bersama,” ujar Alexander, Jum’at (18/9/2026).
Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Kolaborasi dengan APH tidak hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen Lapas Bangkinang dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap berbagai potensi gangguan keamanan.
“Kami terbuka terhadap pengawasan dan kolaborasi. Bagi kami, keterlibatan pihak eksternal bukan hanya memperkuat pengawasan, tetapi juga merupakan bentuk tanggung jawab Lapas kepada masyarakat bahwa keamanan dan ketertiban terus kami jaga secara serius dan berkelanjutan,” tambahnya.
Keterlibatan unsur TNI dan Polri dalam razia tersebut turut memperkuat pelaksanaan pengawasan di lingkungan Lapas. Sinergi lintas instansi dinilai penting untuk menciptakan sistem keamanan yang terkoordinasi sekaligus memperkuat langkah pencegahan terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban.
Perwakilan unsur TNI menyampaikan dukungannya terhadap keterbukaan dan sinergi yang dilakukan Lapas Bangkinang.
“Kami mendukung keterbukaan dan sinergi yang dilakukan Lapas Bangkinang. Pengawasan bersama seperti ini penting untuk memastikan keamanan dapat dijaga secara objektif dan terkoordinasi,” ungkapnya.
Hal senada disampaikan perwakilan Polri. Menurutnya, kolaborasi antarinstansi menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang aman dan kondusif.
“Sinergi dan keterbukaan antarinstansi menjadi hal penting dalam menjaga keamanan. Kami siap mendukung upaya Lapas dalam melakukan pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan,” ujarnya.
Sementara itu, BNK Kabupaten Kampar memberikan dukungan terhadap pelaksanaan tes urine sebagai salah satu langkah preventif dalam mencegah penyalahgunaan narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
“Kolaborasi dan keterbukaan seperti ini merupakan langkah positif dalam memperkuat pencegahan penyalahgunaan narkotika. BNK Kabupaten Kampar siap mendukung upaya bersama dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ungkap perwakilan BNK Kabupaten Kampar.
Pelaksanaan razia gabungan dan tes urine tersebut menjadi bagian dari komitmen Lapas Kelas IIA Bangkinang dalam membangun sistem pengawasan yang terbuka dengan melibatkan berbagai unsur terkait.
Melalui sinergi bersama APH, upaya pencegahan, pengawasan, dan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun penyalahgunaan narkotika diharapkan dapat terus diperkuat secara berkelanjutan.
Lapas Kelas IIA Bangkinang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan dan ketertiban serta meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemasyarakatan melalui pengawasan yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas.
Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.
