Opini & Artikel
Beranda / Opini & Artikel / Two stay Two Stray: Resep Mujarab untuk Belajar Lebih Efektif dan Menyeluruh

Two stay Two Stray: Resep Mujarab untuk Belajar Lebih Efektif dan Menyeluruh

Two stay Two Stray: Resep Mujarab untuk Belajar Lebih Efektif dan Menyeluruh

Oleh: Syafira, Nazwa Nataya, Rhanisa Adininda, M. Iqbal Albuqhori

Pendidikan berperan penting bagi perkembangan dan perwujudan seorang individu untuk berkembang, terutama bagi pembangunan bangsa dan Negara. Pendidikan merupakan usaha sadar untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi, kemampuan dan bakat yang dimiliki untuk memiliki kekuatan karakter serta keterampilan yang diperlukan dirinya didalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara (Kristiantari, 2015; Kurniaman & Noviana, 2017; Raditya & Iskandar, 2020).

Diplomasi Ilmu dan Bumi, Peran Strategis Mahasiswa Islam dalam Membawa Indonesia ke Panggung Global

Two stay two stray merupakan sebuah metode pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk membuat siswa lebih aktif dalam kegiatan diskusi kelompok. Metode ini pertama kali diperkenalkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1992. Dalam metode two stay two stray, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil yang beranggotakan 4 orang.

Two stay two stray dapat membantu siswa belajar dengan lebih efektif dan menyeluruh. Metode ini melibatkan pembagian siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil, dimana setiap kelompok akan berdiskusi dan mengerjakan tugas yang diberikan.

“Model pembelajaran kooperatif teknik Two Stay – Two Stray merupakan suatu teknik yang memberi kesempatan kepada kelompok untuk membagi hasil dan informasi dengan kelompok lain”. Hal ini dilakukan dengan cara saling mengunjungi atau bertamu antar kelompok untuk berbagi informasi.(Sugianto, Indriyani:2011)

Tujuan dari penerapan metode two stay two stray adalah untuk melatih keterampilan berkomunikasi, bekerja sama, dan berbagi informasi antar siswa. Metode ini juga melatih siswa untuk dapat menyampaikan hasil diskusi kelompoknya kepada kelompok lain, sehingga informasi yang didapat lebih meluas.

Dengan menerapkan metode pembelajaran two stay two stray ini, proses pembelajaran di kelas menjadi lebih interaktif dan efisien. Semua siswa dituntut untuk berperan aktif dalam kegiatan diskusi maupun penyampaian hasil diskusi. Melalui sharing informasi antar kelompok, pengetahuan yang diperoleh siswa juga menjadi lebih komprehensif.

Keunikan metode two stay two stray ada pada bagian akhir, dimana 2 orang dari setiap kelompok akan tinggal di kelompok mereka untuk “menyambut” 2 orang dari kelompok lain yang “bertamu”. Anggota yang bertamu ini bertugas untuk menjelaskan hasil diskusi kelompok mereka kepada anggota kelompok yang dikunjungi. Begitu pula sebaliknya, 2 anggota yang tinggal juga akan menjelaskan hasil diskusi mereka (Huda, 2013).

Dengan metode ini, setiap siswa akan mendapatkan informasi yang lebih lengkap dan menyeluruh dari semua kelompok. Mereka tidak hanya terpaku pada hasil diskusi kelompoknya saja, tapi juga mendengarkan dan membandingkan dengan hasil diskusi kelompok lain. Hal ini membuat pembelajaran menjadi lebih kaya dan memungkinkan berbagi informasi yang lebih luas (Isjoni, 2010).

Selain itu, metode two stay two stray juga melatih siswa untuk aktif berkomunikasi dan berbagi informasi. Mereka dilatih untuk mengemukakan pendapat di depan teman-teman dari kelompok lain. Keterampilan seperti ini sangat berguna untuk membangun kepercayaan diri siswa.

Penerapan metode Two Stay Two Stray penerapan metode two stay two stray dalam proses pembelajaran:

1. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok, setiap kelompok beranggotakan 4 orang.

2. Setiap kelompok diberi tugas oleh guru untuk didiskusikan bersama dengan anggota kelompoknya. Bisa berupa soal, kasus, atau materi pelajaran tertentu.

3. Setelah selesai berdiskusi, 2 orang dari setiap kelompok bertahan di kelompoknya untuk menyampaikan hasil diskusi ke tamu dari kelompok lain.

4. 2 orang lainnya bertugas bertamu ke kelompok lain untuk mencatat informasi dari kelompok tuan rumah.

5. Setelah semua kelompok mendapatkan tamu dan menjadi tuan rumah, utusan bertamu kembali ke kelompok asal dan melaporkan informasi yang mereka dapatkan dari kelompok lain.

6. Kelompok mencocokkan dan membahas hasil kerja mereka dengan informasi yang diperoleh dari kelompok lain.

7. Perwakilan dari setiap kelompok menyampaikan hasil diskusi kepada seluruh kelas.

8. Guru memberikan konfirmasi dan penjelasan kepada seluruh siswa tentang materi.

keunggulan dari metode two stay two stray :

1. Meningkatkan kerjasama dan keaktifan siswa.

Metode two stay two stray melatih siswa untuk aktif dan saling bekerja sama dalam kelompok kecil maupun antar kelompok (Huda, 2013).

2. Melatih keterampilan komunikasi

Metode ini melatih siswa untuk dapat mengomunikasikan hasil pemikiran / diskusi dengan baik kepada teman satu kelompok maupun kelompok lain (Zulfiani, 2009).

3. Siswa saling bertukar informasi

Dengan metode two stay two stray, pengetahuan siswa menjadi lebih kaya karena adanya sharing informasi antar kelompok (Komalasari, 2010).

4. Pembelajaran lebih bermakna

Siswa dapat mempelajari materi secara lebih mendalam dan bermakna melalui diskusi dan sharing dengan anggota kelompok lain (Shoimin, 2014).

5. Meningkatkan partisipasi siswa

Metode ini memberi kesempatan lebih banyak kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran (Warsono & Hariyanto, 2012).

Metode two stay two stray merupakan metode pembelajaran kooperatif yang dikembangkan oleh Spencer Kagan pada tahun 1992. Metode ini melibatkan siswa secara aktif dalam kelompok kecil beranggotakan 4 orang untuk berdiskusi dan bertukar informasi dengan kelompok lain (Huda, 2013).

Penerapan metode two stay two stray memiliki beberapa keunggulan, antara lain: 1) Meningkatkan kerja sama dan keaktifan siswa (Zulfiani, 2009); 2) Melatih keterampilan berkomunikasi (Komalasari, 2010); 3) Terjadi pertukaran informasi yang memperkaya pengetahuan siswa (Shoimin, 2014); 4) Siswa mempelajari materi secara lebih mendalam dan bermakna (Warsono & Hariyanto, 2012); serta 5) Meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran (Huda, 2013).

Two stay two stray terbukti menjadi metode belajar inovatif yang dapat meningkatkan pemahaman siswa secara menyeluruh tentang suatu materi pelajaran. Resep sukses ini bisa menjadi alternatif menarik untuk guru menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan bagi siswa (Rusman, 2012).

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa metode two stay two stray sangat efektif untuk membuat proses pembelajaran lebih interaktif, memotivasi siswa agar lebih aktif belajar, dan membuat pengetahuan yang diperoleh lebih komprehensif. Oleh karena itu, metode ini sangat direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran di kelas.

Referensi:

1. Huda, Miftahul. (2013). Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

2. Isjoni. (2010). Cooperative Learning: Efektifitas Pembelajaran Kelompok. Bandung: Alfabeta

3. Rusman. (2012). Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers

***

Ikuti Kami di Halaman FACEBOOK RAKYAT TIMES dan TELEGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terupdate
***
Dapatkan info berita terbaru via Group Whatsapp RAKYAT TIMES
***
Ikuti INSTAGRAM RAKYAT TIMES untuk mendapatkan informasi terbaru dalam Gambar.